Rabu, 04 Desember 2013

WASPADA, 6 KECAMATAN DI OGAN ILIR RAWAN BENCANA BANJIR.


INDRALAYA - Menghadapi musim hujan dengan curah hujan tinggi pada bulan-bulan Desember sampai Januari mendatang, sebanyak 9 kecamatan dari 16 kecamatan di Kabupaten Ogan Ilir (OI) dinyatakan rawan terkena bencana banjir,  data tersebut diperoleh berdasarkan hasil identifikasi sebaran banjir beberapa tahun terakhir di Badan Kesatuan Bangsa Politik Kabupaten Ogan Ilir.
Kecamatan dimaksud yakni Kecamatan Pemulutan, Pemulutan Barat, Pemulutan Selatan, Rantau Panjang, Rantau Alai, Lubuk Keliat, Rambang Kuang, Muara Kuang dan Indralaya Utara.
Lanjutnya, berdasarkan data korban banjir tahun belakangan, dari sembilan kecamatan, dengan jumlah korban terbesar berasal dari Pemulutan, disusul Muara Kuang, Lubuk Keliat dan Inderalaya Utara.
Mengenai penyebab daerah tersebut rawan banjir, sebagian besar berada pada dataran rendah karena kecamatan tersebut dilalui aliran sungai Ogan dan Kelekar yang seringkali meluap saat hujan besar.
Selain rawan banjir, lanjutnya, ada enam kecamatan di OI yang kondisi jalannya rawan mengalami longsor karena letaknya dekat bantaran sungai, yakni Kecamatan Muara Kuang, Tanjung Raja, Rantau Alai, Pemulutan Selatan, Rambang Kuang dan Kecamatan Sungai Pinang.




Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Ilir, Drs. Ahmad Syakroni, M.Si mengimbau masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir untuk meningkatkan kewaspadaannya pada musim hujan. “Ancaman banjir dapat datang kapanpun,” ujarnya.
Sambung Ahmad Syakroni, pihaknya segera mengaktifkan kembali satlak Penanggulangan Bencana Daerah yang anggota dari masyarakat setempat untuk menunjang peran BPBD sebagai garda terdepan apabila terjadi bencana di daerahnya. “Selama ini pembinaannya berada di Kesbanglinmas, namun sejalan terbentuknya BPBD merasa kewenagan tersebut berada dipihaknya,” ujarnya.
Apalagi, masih katanya, BPBD mengkoordinasikan penanggulangan bencana dari berbagai instansi terkait, seperti tanggap darurat, penyaluran logistik, relokasi sampai rekonstruksi. “Apabila bencana tersebut sifatnya lokal penangganannya akan dilakukan daerah dan bila skalanya lebih luas, akan dikoordinasikan dengan BPBD provinsi bahkan BNPB,” imbuhnya.
Mengenai daerah rawan bencana, lanjut Syarkowi, karena lembaga ini baru dibentuk, maka pihaknya masih mengumpulkan data. Namun jika sifatnya pencegahan, tentunya akan berperan aktif merekomendasikan upaya meminimalisir terjadinya bencana dan korban kepada instansi terkait.
“Saat ini untuk Ogan Ilir, dari informasi yang dikumpulkan rawan terkena bencana banjir, kebakaran serta angin puting beliung,” ungkapnya. 

Rabu, 20 November 2013

GLADI POSKO DAN LAPANGAN BPBD KABUPATEN OGAN ILIR TAHUN 2013


Jumat 15 Nopember 2013 dilanjutkan dengan Gladi Posko dan Gladi Lapangan penanggulangan bencana yang dipimpin langsung oleh Kepala BPBD Kabupaten  Ogan Ilir  Drs. Syakroni, MM.

Acara gladi dilakukan di areal wisata Tanjung Putus Kelurahan Indralaya Indah yang juga dihadiri oleh unsur Polres Ogan Ilir, TNI, Satgas Tagana, PMI dan Satgas BPBD Kab Ogan Ilir.  Gladi yang dilakukan meliputi keterampilan teknik pemasangan tenda dan penggunaan alat komunikasi HT untuk koordinasi penanggulangan bencana daerah.